Foam Concentrate untuk Proteksi Kebakaran Cairan Mudah Terbakar

foam concentrate

Foam concentrate adalah cairan konsentrat yang dicampurkan dengan air dalam rasio tertentu untuk menghasilkan foam solution pada sistem pemadam kebakaran berbasis busa. Setelah larutan tersebut keluar melalui foam monitor, foam chamber, sprinkler, atau nozzle, udara membantu membentuk finished foam yang dapat menutup permukaan bahan bakar.

Media ini banyak digunakan untuk melindungi tank farm, refinery, fuel terminal, loading rack, aircraft hangar, petrochemical plant, chemical facility, marine terminal, serta fasilitas oil and gas dengan risiko kebakaran cairan mudah terbakar.

Berbeda dari air biasa, foam dapat membentuk selimut di atas permukaan bahan bakar. Lapisan tersebut membantu menekan pelepasan uap, memisahkan bahan bakar dari oksigen, mengurangi panas, dan membatasi risiko penyalaan kembali.

Namun, setiap concentrate memiliki karakter, rasio pencampuran, kompatibilitas bahan bakar, dan metode aplikasi yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihannya tidak boleh hanya berdasarkan harga atau istilah umum seperti AFFF.

PT Adiwarna Anugerah Abadi menyediakan berbagai produk foam concentrate untuk kebutuhan industrial, marine, mining, municipal, petrochemical, aviation, dan transportation. Portofolionya mencakup foam kelas A, kelas B, high-expansion concentrate, protein foam, wetting agent, dan non-fluorinated foam.

Apa Itu Foam Concentrate?

Foam concentrate adalah cairan pekat yang diformulasikan untuk dicampur dengan air pada persentase tertentu, seperti 1%, 3%, atau 6%.

Campuran antara air dan concentrate disebut foam solution. Setelah larutan tersebut bercampur dengan udara melalui discharge device, hasil akhirnya disebut finished foam.

Urutan pembentukan foam secara umum adalah:

  1. Fire pump mengalirkan air dari fire water tank.
  2. Air melewati foam proportioner atau ratio controller.
  3. Concentrate dimasukkan ke aliran air pada persentase yang ditentukan.
  4. Campuran menjadi foam solution.
  5. Foam solution mengalir melalui jaringan distribusi.
  6. Monitor, chamber, sprinkler, atau nozzle memasukkan udara ke larutan.
  7. Finished foam diaplikasikan ke permukaan bahan bakar.

Dalam sebuah foam fire fighting system, concentrate harus bekerja bersama bladder tank atau foam pump, proportioner, jaringan perpipaan, discharge device, fire alarm, dan sistem kontrol.

Bagaimana Foam Concentrate Memadamkan Api?

foam concentrate

Foam tidak bekerja hanya dengan membasahi bahan yang terbakar. Finished foam membentuk lapisan di atas permukaan bahan bakar cair.

Lapisan tersebut membantu:

  • Memisahkan permukaan bahan bakar dari oksigen.
  • Menekan pelepasan uap mudah terbakar.
  • Mengurangi perpindahan panas.
  • Membatasi penyebaran cairan terbakar.
  • Membantu mengendalikan permukaan tumpahan.
  • Mengurangi kemungkinan flashback atau penyalaan kembali.

Karena karakter ini, foam system sering digunakan untuk kebakaran kelas B yang melibatkan bensin, diesel, aviation fuel, crude oil, solvent, alkohol, dan cairan proses tertentu. Adiwarna juga menjelaskan bahwa sistem berbasis foam merupakan solusi penting untuk kebakaran cairan mudah terbakar yang tidak dapat ditangani secara efektif hanya dengan air.

Perbedaan Foam Concentrate dan Finished Foam

Istilah concentrate, solution, dan finished foam sering digunakan secara bergantian, padahal memiliki arti berbeda.

IstilahPenjelasan
Foam concentrateCairan konsentrat sebelum dicampur dengan air
Foam solutionCampuran air dan concentrate pada rasio tertentu
Finished foamFoam solution yang telah bercampur dengan udara
Foam blanketLapisan finished foam di atas permukaan bahan bakar
Proportioning ratioPersentase concentrate dalam foam solution

Sebagai contoh, concentrate 3% dirancang untuk dimasukkan ke aliran air pada rasio yang ditentukan oleh produsen. Sistem harus mampu mempertahankan konsentrasi tersebut dalam operating flow range yang disetujui.

Jika rasio terlalu rendah, foam mungkin tidak memberikan performa pemadaman dan vapor suppression yang dibutuhkan. Jika rasio terlalu tinggi, concentrate dapat terbuang lebih cepat dan durasi operasi dapat berkurang.

Jenis-Jenis Foam Concentrate

Pemilihan jenis concentrate harus disesuaikan dengan bahan bakar, metode aplikasi, lingkungan, standar, dan perangkat sistem.

1. AFFF Foam Concentrate

Aqueous Film Forming Foam atau AFFF digunakan terutama untuk kebakaran cairan hidrokarbon seperti:

  • Gasoline.
  • Diesel fuel.
  • Kerosene.
  • Aviation fuel.
  • Crude oil.
  • Hydrocarbon solvent tertentu.

AFFF dirancang untuk menghasilkan foam blanket dan film berair tipis yang membantu menekan uap bahan bakar. Oleh karena itu, media ini banyak digunakan pada tank farm, fuel terminal, loading bay, refinery, dan fasilitas oil and gas.

Pembahasan lebih khusus mengenai media tersebut tersedia pada artikel AFFF foam untuk proteksi bahan bakar cair.

2. AR-AFFF Foam Concentrate

Alcohol-Resistant AFFF dirancang untuk cairan polar yang dapat merusak foam biasa.

Bahan bakar yang mungkin memerlukan alcohol-resistant foam meliputi:

  • Ethanol.
  • Methanol.
  • Isopropyl alcohol.
  • Acetone.
  • Ketone tertentu.
  • Solvent polar.
  • Campuran bahan bakar dengan kandungan alkohol.

AR-AFFF membentuk lapisan pelindung antara foam dan bahan bakar polar. Lapisan tersebut membantu memperlambat penghancuran foam akibat interaksi dengan cairan yang larut dalam air.

Sebagian produk AR-AFFF juga mempunyai rating ganda, misalnya 3×3 atau 3×6. Angka tersebut menunjukkan rasio penggunaan untuk kelompok bahan bakar yang ditentukan oleh produsen.

3. Fluorine-Free Foam

Fluorine-free foam dikembangkan tanpa fluorochemical yang sengaja ditambahkan. Produk tersebut sering disebut F3, SFFF, atau non-fluorinated foam, tergantung istilah manufacturer dan approval.

Adiwarna menawarkan CHEMGUARD NFF 3×3 UL201, yaitu non-fluorinated concentrate yang dirancang untuk hidrokarbon dan polar solvent pada konsentrasi 3%. Produk tersebut dinyatakan diproduksi tanpa penggunaan bahan kimia PFAS yang disengaja dan terdaftar bersama beberapa bladder tank, proportioner, nozzle, serta discharge device yang kompatibel.

Peralihan menuju fluorine-free concentrate perlu memperhatikan:

  • Fuel compatibility.
  • Application density.
  • Expansion ratio.
  • Drainage time.
  • Burnback resistance.
  • Proportioning range.
  • Discharge-device compatibility.
  • Viskositas.
  • Cleaning dan decontamination.
  • Approval sistem.

Produk baru tidak boleh dimasukkan langsung ke sistem lama tanpa verifikasi engineering.

4. Protein Foam

Protein foam dibuat menggunakan bahan berbasis protein yang memberikan foam blanket stabil dan ketahanan panas yang baik.

Jenis ini secara historis digunakan untuk kebakaran hidrokarbon dan aplikasi industri tertentu. Namun, karakteristik application rate, expansion, dan kompatibilitasnya berbeda dari synthetic foam.

5. Fluoroprotein Foam

Fluoroprotein foam menggabungkan basis protein dengan bahan tambahan fluorochemical untuk meningkatkan kemampuan penyebaran dan ketahanan terhadap kontaminasi bahan bakar.

Penggunaannya perlu memperhatikan ketentuan lingkungan serta regulasi mengenai fluorinated substances.

6. High-Expansion Foam Concentrate

High-expansion foam menghasilkan volume foam yang sangat besar dari foam solution dalam jumlah relatif terbatas.

Aplikasi yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • Aircraft hangar.
  • Warehouse.
  • Ship engine room.
  • Cargo hold.
  • Cable tunnel.
  • Large enclosed industrial space.

Sistem membutuhkan foam generator dan airflow yang memadai agar foam memenuhi volume area yang dilindungi.

7. Class A Foam

Class A foam digunakan untuk material padat mudah terbakar seperti kayu, kertas, tekstil, dan vegetasi.

Media tersebut membantu air menembus material dan meningkatkan efektivitas pembasahan. Penggunaannya berbeda dari Class B foam untuk cairan mudah terbakar.

8. Wetting Agent

Wetting agent menurunkan tegangan permukaan air sehingga meningkatkan kemampuan pembasahan dan penetrasi.

Produk ini dapat digunakan pada material tertentu, tetapi tidak selalu menghasilkan foam blanket dengan fungsi yang sama seperti Class B foam concentrate.

Foam Concentrate Berdasarkan Rasio 1%, 3%, dan 6%

foam concentrate

Persentase pada label menunjukkan konsentrasi nominal concentrate yang digunakan untuk menghasilkan foam solution.

Foam 1%

Concentrate 1% membutuhkan volume concentrate lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah foam solution yang sama.

Keuntungannya dapat meliputi:

  • Tangki concentrate lebih kecil.
  • Berat penyimpanan lebih rendah.
  • Kebutuhan pengisian concentrate lebih sedikit.

Namun, proportioner harus dirancang dan dikalibrasi untuk rasio 1%.

Foam 3%

Rasio 3% banyak digunakan pada fixed industrial foam system dan mobile firefighting equipment.

Untuk menghasilkan 1.000 liter foam solution secara konseptual, sistem menggunakan sekitar 30 liter concentrate dan 970 liter air. Nilai aktual tetap harus mengikuti toleransi, metode uji, dan manual manufacturer.

Foam 6%

Concentrate 6% membutuhkan volume penyimpanan dua kali lebih besar daripada produk 3% untuk menghasilkan foam solution dengan volume yang sama.

Sistem lama masih dapat menggunakan 6% concentrate, tetapi perubahan menuju rasio lain membutuhkan pemeriksaan ulang terhadap proportioner, bladder tank, tank capacity, piping, dan discharge duration.

Foam Concentrate untuk Hydrocarbon dan Polar Solvent

Klasifikasi bahan bakar merupakan faktor utama dalam pemilihan foam.

Hydrocarbon Fuel

Hydrocarbon umumnya tidak bercampur dengan air.

Contohnya meliputi:

  • Crude oil.
  • Gasoline.
  • Diesel.
  • Kerosene.
  • Aviation fuel.
  • Mineral oil.
  • Hydrocarbon solvent.

AFFF, fluorine-free synthetic foam, protein foam, atau jenis concentrate lain dapat digunakan apabila produk tersebut disetujui untuk bahan bakar dan discharge device terkait.

Polar Solvent

Polar solvent dapat bercampur dengan air dan dapat merusak foam blanket biasa.

Contohnya meliputi:

  • Alcohol.
  • Ketone.
  • Ester tertentu.
  • Acetone.
  • Methanol.
  • Ethanol.

Untuk risiko tersebut, sistem biasanya memerlukan alcohol-resistant concentrate yang telah diuji untuk bahan bakar terkait.

Pemilihan tidak boleh hanya berdasarkan istilah “chemical foam”. Safety data sheet dan daftar bahan yang disimpan harus dianalisis untuk memastikan concentrate sesuai dengan risiko aktual.

Hubungan Foam Concentrate dan Foam Proportioner

Foam proportioner mengatur jumlah concentrate yang masuk ke aliran air.

Jenis proportioning system yang umum meliputi:

  • Bladder tank dan ratio controller.
  • Balanced-pressure proportioning.
  • In-line balanced-pressure proportioner.
  • Around-the-pump system.
  • In-line eductor.
  • Direct injection.

Concentrate dan proportioner harus kompatibel. NFPA 11 menekankan pentingnya penggunaan concentrate bersama proportioning equipment serta discharge device yang sesuai atau terdaftar untuk kombinasinya.

Beberapa faktor yang memengaruhi proportioning meliputi:

  • Concentrate viscosity.
  • Water flow.
  • Water pressure.
  • Concentrate pressure.
  • Temperature.
  • Minimum system flow.
  • Maximum system flow.
  • Back pressure.
  • Orifice size.
  • Strainer condition.

Karena itu, pergantian concentrate harus diikuti proportioning test.

Hubungan Foam Concentrate dan Bladder Tank

Bladder tank merupakan pressure vessel yang menyimpan concentrate di dalam kantong elastomer.

Ketika sistem aktif, air bertekanan masuk ke ruang di luar bladder. Tekanan tersebut mendorong concentrate menuju proportioner.

Dengan demikian:

  • Bladder tank menyimpan dan mendorong concentrate.
  • Proportioner mengatur rasio pencampuran.
  • Fire pump menyediakan aliran air.
  • Discharge device membentuk dan mengaplikasikan finished foam.

Informasi lebih lanjut mengenai prinsip tersebut tersedia pada artikel bladder tank untuk sistem pemadam foam.

Ukuran bladder tank perlu ditentukan berdasarkan:

  • Total foam solution demand.
  • Concentration percentage.
  • Required duration.
  • Simultaneous operating zones.
  • Residual concentrate.
  • Safety margin.
  • Refill strategy.

Foam Concentrate untuk Tank Farm

foam concentrate

Tank farm merupakan salah satu aplikasi utama fixed foam system.

Concentrate dapat dialirkan menuju:

  • Foam chamber.
  • Foam pourer.
  • Fixed foam monitor.
  • Mobile foam monitor.
  • Foam-water sprinkler.
  • Bund-area discharge device.

Foam chamber memasukkan foam secara relatif lembut ke dalam fixed-roof storage tank. Adiwarna menjelaskan bahwa foam chamber merupakan Type II discharge device yang digunakan bersama concentrate dan proportioning equipment yang kompatibel atau disetujui.

Perencanaan tank farm perlu mempertimbangkan:

  • Tank diameter.
  • Fuel surface area.
  • Tank construction.
  • Fuel type.
  • Application density.
  • Discharge duration.
  • Number of chambers.
  • Simultaneous cooling demand.
  • Dike atau bund protection.
  • Water supply.
  • Concentrate storage.
  • Wind exposure.

Foam Concentrate untuk Loading Rack

Loading rack memiliki risiko tumpahan bahan bakar, kebocoran hose, kegagalan coupling, dan ignition dari kendaraan atau equipment.

Perlindungannya dapat menggunakan:

  • Foam-water deluge.
  • Fixed foam monitor.
  • Foam sprinkler.
  • Portable equipment.
  • Spill-area nozzle.
  • Hydrant dan mobile foam equipment.

Concentrate harus menghasilkan foam yang sesuai untuk application method dan bahan bakar yang ditangani.

Sistem deteksi seperti flame detector atau gas detector juga dapat diintegrasikan dengan deluge valve, foam proportioning system, alarm, dan emergency shutdown.

Foam Concentrate untuk Aircraft Hangar

Hangar pesawat memiliki area terbuka luas serta potensi tumpahan aviation fuel.

Foam system dapat menggunakan:

  • Low-expansion foam.
  • High-expansion foam.
  • Foam-water sprinkler.
  • Monitor.
  • Deluge nozzle.
  • Mobile response equipment.

Pemilihan concentrate perlu mempertimbangkan:

  • Aircraft type.
  • Fuel load.
  • Floor area.
  • Drainage.
  • Ventilation.
  • Environmental requirements.
  • Activation strategy.
  • Personnel evacuation.
  • Discharge duration.

Concentrate, generator, nozzle, sprinkler, dan proportioner perlu dipilih sebagai satu sistem yang telah dievaluasi.

Penyimpanan Foam Concentrate

Concentrate harus disimpan sesuai rentang temperatur dan ketentuan manufacturer.

Penyimpanan yang buruk dapat memengaruhi:

  • Viskositas.
  • Homogenitas.
  • pH.
  • Kemampuan proportioning.
  • Expansion ratio.
  • Drainage time.
  • Foam stability.
  • Fire performance.

Praktik penyimpanan yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Menggunakan tangki kompatibel.
  • Menjaga tangki tertutup.
  • Menghindari kontaminasi air atau concentrate lain.
  • Memantau temperatur.
  • Memberikan label produk dan batch.
  • Mencatat tanggal pengisian.
  • Menjaga valve pada posisi normal.
  • Melindungi tangki dari korosi.
  • Menyediakan secondary containment jika diperlukan.
  • Menjaga dokumen SDS dan certificate.

Mencampurkan dua jenis concentrate berbeda dalam satu tank tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan tertulis dari produsen dan evaluasi kompatibilitas.

Umur Simpan dan Pemeriksaan Kualitas

Foam concentrate dapat memiliki umur simpan panjang apabila disimpan dalam kondisi yang tepat. Namun, kondisi visual saja tidak cukup untuk menyatakan produk masih layak digunakan.

Pemeriksaan dapat mencakup:

  • Appearance.
  • Odor.
  • Sediment.
  • Separation.
  • pH.
  • Specific gravity.
  • Viscosity.
  • Expansion ratio.
  • Drainage time.
  • Proportioning performance.
  • Fire-performance test bila diperlukan.

Frekuensi dan jenis pengujian harus mengikuti manufacturer, standar, regulasi, dan program maintenance fasilitas.

Sampel sebaiknya diambil menggunakan prosedur yang mencegah kontaminasi dan mewakili isi tangki.

Proportioning Test

Proportioning test digunakan untuk memastikan concentrate masuk ke aliran air pada persentase yang benar.

Metode pemeriksaan dapat menggunakan:

  • Refractive index.
  • Conductivity.
  • Flow measurement.
  • Manufacturer test kit.
  • Approved laboratory method.

Calibration curve biasanya dibuat menggunakan air dari lokasi proyek dan concentrate yang sama dengan yang tersimpan di sistem.

Hasil yang tidak sesuai dapat disebabkan oleh:

  • Incorrect orifice.
  • Blocked strainer.
  • Pressure imbalance.
  • Excessive back pressure.
  • Minimum flow tidak tercapai.
  • Valve position salah.
  • Concentrate viscosity terlalu tinggi.
  • Foam pump tidak bekerja sesuai desain.
  • Flow meter tidak terkalibrasi.

Pengujian tidak cukup hanya dengan melihat foam keluar dari monitor. Konsentrasi aktual perlu diukur.

Penggantian AFFF ke Fluorine-Free Foam

Pergantian AFFF menuju fluorine-free foam tidak selalu dapat dilakukan hanya dengan mengosongkan tangki dan mengisi produk baru.

Evaluasi retrofit dapat mencakup:

  • Karakter bahan bakar.
  • Required application density.
  • Concentrate viscosity.
  • Proportioner operating range.
  • Foam pump performance.
  • Bladder compatibility.
  • Seal dan gasket compatibility.
  • Discharge device.
  • Pipe contamination.
  • Cleaning procedure.
  • Environmental disposal.
  • Updated approval.
  • Proportioning test.
  • Discharge test.

Produk fluorine-free tertentu memiliki viskositas serta expansion characteristics berbeda. Oleh sebab itu, sistem lama mungkin memerlukan perubahan hardware.

Adiwarna menyebutkan bahwa CHEMGUARD NFF 3×3 mempunyai viskositas yang mendekati AR-AFFF berkualitas dan dapat digunakan dengan beberapa perangkat yang telah terdaftar, tetapi kompatibilitas aktual tetap harus mengikuti listing produknya.

Standar Teknis Foam Concentrate

Perencanaan dan penggunaan concentrate perlu mengikuti standar, manufacturer manual, approval, dan regulasi lingkungan yang relevan.

Acuan yang umum digunakan meliputi:

  • NFPA 11 untuk low-, medium-, dan high-expansion foam.
  • NFPA 16 atau ketentuan foam-water sprinkler dan spray yang telah diintegrasikan ke standar terkait.
  • NFPA 20 untuk stationary fire pumps.
  • NFPA 25 untuk inspection, testing, dan maintenance sistem berbasis air.
  • NFPA 72 untuk fire alarm dan signaling.
  • UL 162.
  • FM Approval.
  • EN 1568.
  • Manufacturer datasheet.
  • Product safety data sheet.
  • Environmental regulations.
  • Company HSE requirements.

NFPA 11 merupakan acuan utama untuk sistem low-, medium-, dan high-expansion foam.

Beberapa concentrate yang dipasarkan Adiwarna memiliki approval atau pemenuhan spesifikasi seperti UL 162, EN 1568, UL 139, dan ULC S560, tergantung produknya.

Testing dan Commissioning Foam System

foam concentrate

Commissioning harus membuktikan bahwa seluruh sistem bekerja sesuai design basis.

Aktivitas pengujian dapat mencakup:

  • Visual inspection.
  • Concentrate identification.
  • Certificate verification.
  • Tank level checking.
  • Valve-alignment inspection.
  • Foam-pump testing.
  • Fire-pump testing.
  • Bladder-tank inspection.
  • Proportioner test.
  • Concentration test.
  • Pressure measurement.
  • Flow measurement.
  • Deluge-valve test.
  • Foam-monitor operation.
  • Foam-chamber inspection.
  • Alarm testing.
  • Cause-and-effect testing.
  • Low-level alarm testing.
  • Control-room interface testing.
  • System restoration.

Pengujian full foam discharge perlu mempertimbangkan biaya concentrate, kebutuhan penampungan, disposal, dan risiko lingkungan. Dalam beberapa kondisi, approved surrogate liquid atau test method lain dapat digunakan sesuai manufacturer dan authority.

Maintenance Foam Concentrate

Program maintenance tidak boleh hanya memeriksa volume concentrate.

Pemeriksaan perlu mencakup:

  • Product label.
  • Batch number.
  • Storage condition.
  • Tank integrity.
  • Bladder condition.
  • Foam level.
  • Concentrate appearance.
  • Sampling history.
  • Test result.
  • Valve position.
  • Strainer condition.
  • Proportioner.
  • Foam pump.
  • Piping leakage.
  • Corrosion.
  • Alarm status.
  • Discharge devices.
  • Maintenance records.

Setelah system test, concentrate yang terpakai harus diisi kembali. Seluruh valve dan controller juga harus dikembalikan ke kondisi siap operasi.

Kesalahan Umum dalam Pemilihan Foam Concentrate

Kesalahan yang perlu dihindari meliputi:

  • Memilih concentrate tanpa mengetahui jenis bahan bakar.
  • Menggunakan AFFF biasa untuk polar solvent.
  • Menganggap seluruh fluorine-free foam mempunyai performa sama.
  • Mengganti rasio 3% menjadi 1% tanpa evaluasi.
  • Tidak memeriksa compatibility listing.
  • Mencampurkan concentrate berbeda.
  • Mengabaikan viscosity.
  • Tidak menghitung storage volume.
  • Mengabaikan application duration.
  • Tidak melakukan proportioning test.
  • Menyimpan concentrate di luar temperatur yang diizinkan.
  • Tidak memeriksa usia dan kualitas produk.
  • Mengganti AFFF tanpa membersihkan sistem.
  • Mengabaikan peraturan lingkungan.
  • Tidak menyediakan disposal plan.
  • Menggunakan discharge device yang tidak kompatibel.
  • Tidak memperbarui hydraulic calculation.
  • Tidak menyimpan certificate dan SDS.

Kesalahan tersebut dapat menghasilkan foam blanket yang tidak stabil atau tidak sesuai dengan bahan bakar yang dilindungi.

Tips Memilih Foam Concentrate

Sebelum menentukan produk, owner dan engineer perlu menjawab beberapa pertanyaan:

  • Apa jenis bahan bakarnya?
  • Apakah termasuk hydrocarbon atau polar solvent?
  • Apakah concentrate digunakan pada fixed atau mobile system?
  • Berapa rasio yang dibutuhkan?
  • Berapa operating flow range?
  • Apa jenis proportioner?
  • Apa jenis discharge device?
  • Berapa application rate?
  • Berapa discharge duration?
  • Apakah airnya fresh, brackish, atau seawater?
  • Apakah diperlukan UL atau FM approval?
  • Apakah ada pembatasan PFAS?
  • Bagaimana disposal setelah testing?
  • Apakah produk tersedia untuk refill?
  • Apakah perangkat lama kompatibel?

Adiwarna menyediakan konsentrat busa dan solusi sistem yang dapat disesuaikan dengan hazard, proportioning method, serta perangkat aplikasi.

Mengapa Memilih PT Adiwarna Anugerah Abadi?

PT Adiwarna Anugerah Abadi dapat membantu perusahaan menentukan concentrate berdasarkan jenis bahan bakar, luas area, application rate, operating duration, water supply, dan standar proyek.

Lingkup layanan dapat meliputi:

  • Site survey.
  • Fire risk assessment.
  • Fuel analysis.
  • Foam selection.
  • Hydraulic calculation.
  • Foam-demand calculation.
  • Bladder-tank sizing.
  • Proportioner selection.
  • Procurement.
  • Installation.
  • Testing dan commissioning.
  • Concentration test.
  • Preventive maintenance.
  • Existing-system assessment.
  • Fluorine-free foam conversion.

Melalui layanan foam system untuk area high risk, Adiwarna dapat mengintegrasikan concentrate dengan fire pump, bladder tank, proportioner, deluge valve, foam monitor, foam chamber, fire alarm, dan control system.

Untuk proyek yang membutuhkan cakupan menyeluruh, layanan EPC Fire Protection Adiwarna dapat mendukung engineering, procurement, installation, testing, commissioning, dan maintenance.

Perusahaan yang membutuhkan konsultasi dapat menghubungi PT Adiwarna Anugerah Abadi melalui halaman utama Adiwarna.

Kesimpulan

Foam concentrate merupakan media utama dalam foam fire fighting system untuk kebakaran cairan mudah terbakar. Concentrate dicampurkan dengan air melalui proportioning equipment sebelum diaplikasikan melalui monitor, chamber, sprinkler, atau nozzle.

Pemilihannya harus mempertimbangkan jenis bahan bakar, rasio pencampuran, application rate, discharge duration, water supply, environmental requirements, dan compatibility seluruh sistem.

AFFF dapat digunakan untuk risiko hidrokarbon apabila sesuai desain, sedangkan polar solvent umumnya memerlukan alcohol-resistant concentrate. Fluorine-free foam juga semakin banyak tersedia, tetapi konversinya tetap membutuhkan evaluasi engineering dan pengujian.

Keandalan proteksi tidak hanya ditentukan oleh concentrate. Fire pump, bladder tank, proportioner, piping, valve, discharge device, alarm, commissioning, dan maintenance harus bekerja sebagai satu kesatuan.

PT Adiwarna Anugerah Abadi siap mendukung pemilihan, pengadaan, instalasi, testing, conversion, dan maintenance foam fire fighting system untuk tank farm, refinery, fuel terminal, petrochemical plant, aircraft hangar, serta fasilitas oil and gas.

author avatar
Marcus Nugraha

Bagikan Postingan Ini:

marcus nugraha

Adalah seorang ahli perlindungan kebakaran dengan latar belakang Sarjana Teknik Material dari ITB. Melalui tulisan di website ini, saya akan berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk membantu orang-orang dalam menciptakan sistem perlindungan kebakaran.